Kamis, 15 Januari 2015

    MENITI ASA

Aku takut mengagumimu terlalu dalam
mencintaimu dengan hati bukan mata rasakan cinta
aku takut  kecewa dalam cerita
biarlah jika memang mencintai itu keikhlasan
aku takut salah mengartikan rasa
Biarlah  mencintai  caramu tanpa alasan
Untukmu yang sulit ku prediksi
Mendoakan cara mencintai yang paling rahasia
Untukmu aku hanya mampu menduga duga

Hentakan nadi semakin menggelepar,
Menguras energiku demi ingatan,
Tentangmu…..

Sejak itu, asa tertumpuk seiring waktu dan kini menggunung,
Menguntai butiran-butiran mimpi untuk sebuah bahtera,
Untuk kau dan aku membedah belukar belantara,
Untuk kau dan aku menepis dan membedah ombak,
Demi harapan…….

Nadiku menggelegak saat menyisakan tanya,
Hasrat bukanlah sekedar nada-nada indah yang lantas menghilang diterpa angin,
Cinta bukanlah kata indah yang mampu melenakan jiwa,
Cinta adalah api yang mampu menghentakan daya,
Mendorongku untuk melenting dan terjerembab dalam kepasrahan,
Menyerah atas kecemasan untuk kehilangan,
Dan itu pertaruhan…….

Dalam keterbatasan, harapanku sempurna,
Dalam keterhimpitan, impianku purna,
Ketakutan dan kecemasan memadu rangkai menjadi doa,
Dalam gelimang misteriusmu, mewujud rasa percaya,
Bahwa cinta itu ada dan menghapus syak wasangka,

Semoga………..

2 komentar: